Friday, 21 January 2011

Terry Jone Penggagas Hari Bakar Al-Qur'an Kini Merasakan Dampak Dari Aksi Bejatnya

Terry Jones menggemparkan dunia ketika ia berencana membakar Al-Qur'an secara massal di  11 September 2010, aksi ini sontak mendapat banyak kecaman dari belahan dunia khususnya orang Muslim yang tersebar diseluruh penjuru dunia. Terry Jones memang tergolong orang yang berani menentang kemarahan Miliaran orang Muslim, tidak dapat dibayangkan jika hari pembakaran Al-Qur'an itu memang terjadi. saya pribadi mambayangkan seluruh penjuru dunia orang muslim akan turun kejalan untuk berorasi mengutuk keras aksi Jone, gereja-gereja yang ada di seluruh dunia akan mengalami musibah yang tak pernah dibayangkan akibat emosi orang Muslim yang dilimpahkan ke  tempat suci agama si Jone tersebut, berita-berita dan wartawan TV diseluruh dunia akan tidak beristirahat untuk meliput kejadian akibat dari perbuatan jone, belum lagi serangan bom yang siap menhancurkan yang berbau kristen, seperti di baghdad, dan negara lainnya. 

setelah kejadian itu Jone merasa sendiri akibatnya, salah satunya Jone tidak bisa diterima di negara Islam bahkan juga tidak bisa diterima dinegara mayoritas penduduknya kristen seperti Inggris. Inggris tidak mau menyambut kedatangan Jone di negara tersebut karena akan membuat suasana menjadi tidak kondusif. Jone tidak akan bebas seperti orang lainnya mengunjungi dan mengelilingi negara-negara semaunya. Jone akan terkekang di gereja tuanya itu. 

Berikut lansiran vivanews : Kementerian Dalam Negeri Inggris menolak permohonan visa yang diajukan pendeta fundamentalis asal Florida, Terry Jones, untuk mengunjungi negara itu. Jones dianggap sebagai seorang ekstrimis yang hanya akan mengacaukan situasi di Inggris. 

Diberitakan CNN.com, larangan itu disampaikan dalam pernyataan resmi Kementerian Dalam Negeri Inggris, Kamis, 20 Januari 2011. Pemerintah Inggris menyatakan mereka telah mempelajari dengan cermat rencana sinting Jones beberapa waktu lalu untuk membakar Kitab Suci Alquran.

“Pemerintah Inggris menolak segala macam tindakan ekstrimisme, karena itu kami menolak Terry Jones mengunjungi Inggris,” demikian bunyi pernyataan itu. “Komentar-komentar Pendeta Jones adalah bukti dari kelakuannya yang tidak bisa diterima. Mengunjungi Inggris adalah sebuah keistimewaan, bukan hak, dan kami tidak akan memberikan izin masuk bagi mereka yang akan membuat situasi di masyarakat menjadi tidak kondusif.”

Nama Terry Jones terkenal ke seantero jagat setelah dia mengungkapkan rencananya untuk membakar Alquran pada peringatan tragedi serangan teror Al Qaidah 11 September di New York. Rencana ini dikutuk di seluruh dunia. Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga turut mengecam rencana gila. Jones akhirnya mengurungkan niatnya.

Namun, Jones bergeming dengan keyakinannya. Dia tetap menjadi penentang Islam nomor satu dan mendukung berbagai gerakan anti Islam di berbagai negara. Pada 9 Februari nanti, Jones berencana turut serta dalam pawai sebuah kelompok kanan militan di Inggris, England Is Ours. Aksi ini digelar untuk menentang penyebaran Islam dan pembangunan masjid di Inggris. Selain itu, dia juga dijadwalkan menjadi pembicara di sejumlah forum.

Jones mengaku kecewa atas penangkalan tersebut. Dia mendesak pemerintah Inggris untuk mencabutnya. “Saya telah banyak melakukan wawancara dan saya memastikan kepada media dan pemerintah Inggris bahwa kami tidak punya niat untuk melakukan tindakan apapun yang melanggar hukum Inggris,” ujar Jones.

Jones mengatakan larangan itu adalah pelanggaran hak asasi untuk menyatakan pendapat dan bepergian. Dia menyatakan akan melakukan tindakan hukum untuk melawannya.
“Sebagai manusia, saya percaya ini adalah pengekangan terhadap hak saya untuk bepergian, terhadap hak saya untuk menyatakan pendapat, terhadap hak dasar saya untuk memeluk agama dan bebas berbicara,” kata Jones. “Kami tidak melawan Muslim, kami tidak melawan Islam. Kami menyambut umat Muslim dan hanya menentang unsur-unsur radikal dalam Islam.”

Siapa sebetulnya Terry Jones?

Berikut Profil Pendeta yang Satu Ini..
Jones lahir di Cape Girardeau, Missouri pada tahun 1952 atau 1953. Jadi, saat ini ia berusia 57 tahun. Ia memimpin Dove World bersama istri keduanya, Sylvia.
Untuk menyusuri siapa gerangan Jones, harian terkemuka Jerman Der Spiegel mewawancarai Andrew Schafer, seorang pengurus gereja Protestan yang bertanggung jawab mengawasi berbagai aliran kepercayaan di wilayah Cologne—di mana Jones pernah memimpin sekitar 100 jemaat.
Schafer dengan tegas menyatakan, “Terry Jones terlihat memiliki kepribadian delusional.”
Penelusuran The Times of London menemukan latar belakang Jones yang ‘menarik.’ Ditulis koran itu, “Dia (dan istri keduanya, Sylvia) meninggalkan Jerman pada tahun 2008 setelah salah satu dari tiga anak mereka... bersama dengan seorang lelaki tua di gerejanya yang terdahulu... menuduh mereka melakukan penyelewengan keuangan dan ketenagakerjaan... Gereja Jones di Florida didanai oleh TS & Company, perusahaan di bidang pengiriman furnitur yang dimiliki gereja itu, yang membeli mebel-mebel vintage dari Eropa dan menjualnya kembali di AS. Karyawan di perusahaan ini adalah para pengikut Jones, yang bekerja tanpa diberi upah dan tinggal tanpa perlu membayar di bangunan milik Jones yang lapuk dan jorok.”
Gara-gara ada kaitan dengan TS & Company, Alachua County Property Appraiser pernah menginvestigasi status pengecualian-pajak gereja itu pada Maret 2010 lalu.
Dove World adah gereja Kristen karismatik yang sangat kecil dan non-denominasional (berdiri sendiri, tidak bergabungan dengan perhimpunan gereja Kristen manapun). Jemaatnya hanya berjumlah sekitar 50 orang.
Dove World didirikan pada tahun 1985 oleh dua pendeta, Donald O. Northrup dan Richard H. Wright. Setelah Northrup meninggal di tahun 1996, kepemimpinan beralih ke istrinya, Dolores. Jones mengambil alih kepemimpinan gereja ini pada 2008. Setahun kemudian, Dolores akhirnya keluar dari Dove World karena tak sepaham dengan cara-cara Jones.

Dove World memiliki sebuah sekolah-asrama, juga berlokasi di Gainsville, yang diberi nama Dove World Outreach Academy. Menurut harian lokal Gainsville Sun, para pelajar di akademi itu dilarang berkomunikasi dengan pihak luar dan keluarga mereka, termasuk tak dibolehkan menghadiri acara pernikahan dan pemakaman keluarga. Mereka juga diwajibkan bekerja untuk menjual, mengepak, dan mengirim furnitur TS & Company. Semua tanpa gaji.

Gereja ini sudah sedari lama mengobarkan semangat anti Islam. Sudah sejak akhir 1990an, mereka memasang berbagai spanduk anti Islam dan anti LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender) secara mencolok di depan gereja mereka. Di awal tahun ini, Jones menerbitkan sebuah buku yang diberi judul “Islam is of the Devil.” Isinya menggambarkan Islam sebagai agama penganjur kekerasan dan teror.
Sebelumnya, di tahun 2009, para jemaat mengirimkan anak mereka ke sekolah umum dengan t-shirt bertuliskan judul buku itu. Buntutnya, anak-anak itu dipulangkan dari sekolah dan diperintahkan mengganti pakaian.
Mereka juga amat militan menentang kaum homoseks. Pada Maret 2010, Dove World mengunggah video menentang pencalonan Craig Lowe sebagai walikota (Lowe belakangan tetap terpilih dan menjadi walikota pertama Gainesville yang terang-terangan mengaku sebagai gay). Saat kampanye mereka memasang spanduk bertuliskan “No Homo Mayor.”
Rencana sinting Jones sontak memancing kemarahan warga dunia--bukan hanya umat Islam, tapi juga agama lain, termasuk kalangan Nasrani dan Yahudi. Dan kini Jones harus memetik buah yang telah dia tanam itu.

Merasa jerih melihat gelombang antipati itu, Jones buru-buru menyatakan harapannya supaya acara sinting yang digagasnya itu tak mendorong aksi kekerasan. Dia pun mengaku menerima sejumlah ancaman pembunuhan sejak mengumumkannya. Tak cuma itu, bank yang menguncurkan kredit properti kepada Dove World senilai US$140 ribu, atau sekitar Rp1,3 miliar, kini menuntut Jones supaya langsung melunasi semua hutangnya. Belum cukup, perusahaan asuransi yang tak mau konyol langsung membatalkan asuransi gereja Dove World. (sumber: Huffington Post, wikipedia, The Times, Der Spiegel)
Share

0 comments:

Post a Comment

Berita Terkait: