Saturday, 8 January 2011

Pergerakan Bursa IHSG Terbaik di Asia Pasifik, Indonesia Naik Kelas

Prestasi ekonomi Indonesia sedang mengikuti tren positif dalam penutupan akhir tahun 2010 kemarin, ini membuktikan bahwa Indonesia adalah Negara yang paling konsisten ekonominya. Banyak yang memprediksi ekonomi Indonesia akan masuk 10 besar kekuatan dunia pada tahun 2025. Itu bukan tidak mungkin mengingat pergerakan IHSG menjadi yang terbaik di Asia pasifik dalam penutupan akhir tahun kemarin.

Dilansir Vivanews : Kinerja PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalahkan sejumlah bursa utama dunia sepanjang 2010. Hingga penutupan perdagangan terakhir tahun ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) menembus level 3.703,51.
Tahun ini, IHSG bahkan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di posisi 3.786,09 pada 9 Desember 2010.  "Kinerja Bursa Efek Indonesia mencatat kenaikan terbaik di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Pemerintah memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja baik ini," kata Wakil Menteri Keuangan, Anny Ratnawati, di Jakarta, Kamis 30 Desember 2010.

IHSG tercatat melonjak 45,96 persen dibanding tahun lalu. Pada akhir Desember 2009, indeks ditutup pada level 2.534,35.


Anny menjelaskan, yang mendekati kinerja bursa Indonesia antara lain bursa Thailand. Indeks komposit di The Stock Exchange of Thailand (SET) tumbuh sebesar 40,85 persen, sedangkan Straits Times di Bursa Efek Singapura hanya mencatat kenaikan sebesar 10,71 persen.


Total nilai transaksi saham di BEI hingga 29 Desember 2010 mencapai Rp1.249,27 triliun. Angka ini meningkat 28,1 persen dari total nilai transaksi saham sepanjang 2009 sebesar Rp975,21 triliun. Nilai rata-rata transaksi harian juga meningkat menjadi Rp48,8 triliun.


Kapitalisasi pasar BEI naik sebesar 60,63 persen dari Rp2.019 triliun pada akhir 2009 menjadi Rp3.243 triliun tahun ini.


Meski kapitalisasi pasar bursa meningkat, nilai tersebut hanya menyumbang 0,7 persen dari nilai kapitalisasi bursa di dunia. "Kami kalah dengan China dan Singapura," kata Direktur Utama BEI, Ito Warsito.


Ia mengatakan, nilai kapitalisasi yang masih kecil ini disebabkan oleh nilai emisi saham yang masuk juga relatif kecil. "Bandingkan dengan Shanghai, di mana IPO (penawaran umum perdana/
initial public offering) bank-bank terbesar dunia ada di sana. Nilainya saja puluhan triliun, kami belum sampai," tutur Ito.

Dengan hasil ini bursa Indonesia naik kelas pemegang rekor di Asia yang sebelumnya di pegang oleh bursa China Shenzen.
Share

0 comments:

Post a Comment

Berita Terkait: