Thursday, 17 March 2011

Pesawat N-219 Buatan Terbaru PT. Dirgantara Indonesia Akan Diluncurkan 2014

N-219 sejatinya adalah pesawat generasi baru, yang dirancang oleh Dirgantara Indonesia dengan multi sejati multi misi dan tujuan di daerah-daerah terpencil. N-219 menggabungkan teknologi sistem pesawat yang paling modern dan canggih dengan mencoba dan terbukti semua logam konstruksi pesawat terbang. N-219 memiliki volume kabin terbesar di kelasnya dan pintu fleksibel efisiensi sistem yang akan digunakan dalam misi multi transportasi penumpang dan kargo.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) juga mengklaim bahwa pesawat ini termurah dan tercanggih di kelasnya. sekarang ini sedang dalam tahap desain. Kompetitor mereka diantaranya DHC-6 Twin Otter (Kanada) atau Harbin Y-12 buatan China yang menawarkan rentang harga antara 4,5 hingga lebih 5 juta US Dollar per unitnya. Prototipenya akan dibuat dan mulai uji coba terbang pada 2014 mendatang. pesawat propeler baru buatan anak negeri itu dapat diandalkan di kelasnya.

Indonesia terakhir kali membuat pesawat N-250 pada era Menteri Riset dan Teknologi BJ Habibie. Namun, pesawat pertama yang diproduksi Indonesia adalah pesawat CN-235 yang kala itu diproduksi oleh IPTN.

"Gambarnya sudah ada dan masa pengembangannya dalam tiga tahun ke depan, saat ini kita sudah jalan pengembangan setengah tahun," kata Direktur Aerostructure PTDI, Andi Alisjahbana, di Bandung, Jawa Barat, Rabu, 16 Maret 2011.

Andi menjelaskan, pesawat baru ini memiliki kapasitas 19 penumpang dengan menggunakan dua mesin berkapasitas 850 shaft horse power (HP). Secara keseluruhan, N-219 akan mengandung konten lokal sebesar 70 persen dan 30 persen sisanya masih harus menggunakan komponen impor, terutama di bagian mesin dan aviasi.

"Mesin dan avianik masih impor. Mesin sepertinya kami akan impor dari Kanada. Sedangkan avionik dari Amerika dan Eropa," jelasnya.

PTDI mengklaim N-219 akan menjadi pesawat termurah dikelasnya. Pesawat ini nantinya akan bersaing dengan Twin Otter (Viking Air) dan Harbin Y-12 buatan China. Namun, Andi belum bersedia membeberkan harga dari pesawat N-219 per unitnya.

"Sebagai perbandingan harga Y-12 sekitar US$4,5 juta sedangkan Twin Otter lebih mahal," katanya.

Selain termurah di kelasnya, N-219 juga diklaim akan menjadi pesawat tercanggih karena menggabungkan teknologi CN-235, N-250 dan N-212. Pesawat N-219 rencananya dikerjakan oleh sekitar 200 engineer yang dimiliki oleh perusahaan.

Sayangnya, untuk pengembangan N-219, lagi-lagi PTDI terbentur masalah klasik berupa pendanaan. Menurut Andi, PTDI tidak mungkin menggunakan dana sendiri untuk mengembangkan N-219, sehingga membutuhkan dukungan dari pemerintah dan swasta untuk mengembangkan N-219. "Dana hingga saat ini belum ada, kami sedang mendekati sumber pendanaan," ujar Andi.

Direktur Teknologi dan Pengembangan PTDI, Dita Ardonni Jafri, menambahkan, PTDI sanggup menyelesaikan dua buah prototype N-219 dalam waktu 2,5 tahun ke depan. Dengan syarat,  perusahaan memperoleh pendanaan yang dibutuhkan untuk membuat sebuah prototype N-219 senilai US$30 juta.

sumber : vivanews.com


Share

1 comments:

Anonymous said...

Kapan Bikin Jet nya nih??

Post a Comment

Berita Terkait: