Thursday, 24 March 2011

Misteri Gundukan Tanah 4,5 KM Di Bawah Laut Sumatera

Ragam budaya, bahasa, suku dan ribuan pulau membentang dari Sabang sampai Marauke menjadi kekayaan yang tak ternilai dan merupakan identitas bagi Indonesia, Dimata dunia Indonesia cukup terkenal dengan keberagaman yang ada di Indonesia. Keberagaman ini juga turut diramaikan oleh banyaknya gunung api yang membentang di pertemuan lempeng dunia tepatnya dibawah negeri tercinta ini. mulai dari gunung api yang berada di daratan maupun yang bersemayam di bawah laut untuk menunggu saat. Baru-baru ini kembali ditemukan dugaan gunung api bawah laut aktif yang juga menambah kedasyatan Indonesia. berikut lansiran vivanews.com.

Berada di pertemuan lempeng dunia atau jalur cincin gunung api dunia (ring of fire) membuat Indonesia kaya akan gunung api, termasuk gunung api bawah laut. Tahun 2009 lalu peneliti gabungan dari Amerika Serikat, Prancis dan Indonesia menemukan gundukan tanah berdiameter tak kurang dari 50 kilometer (km) di Samudera Hindia. Apakah gundukan ini dikategorikan gunung?
Gundukan ini juga memiliki ketinggian 4.600 meter atau 4,6 km dan berada di kedalaman 5,9 km ke arah 330 km barat daya Bengkulu. Temuan ini sempat mengagetkan masyarakat di pantai barat Sumatera, termasuk Sumatera Barat. Jika aktif, letusannya diduga akan memberikan efek dahsyat bagi masyarakat yang mendiami Pantai Barat Sumatera.

Bagaimana tanggapan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Surono? Menurut Surono yang kerap disapa Mbah Rono ini, penemuan tersebut belum bisa dikategorikan sebagai gunung api bawah laut.

“Di Indonesia hanya ada lima gunung api bawah laut, sampai sekarang belum ada penemuan baru,” kata Surono. Kelima gunung bawah laut ini termasuk pada 129 gunung berapi yang ada di Indonesia. Dari 129 gunung itu, hanya 19 yang dinyatakan masih aktif.

Sedangkan lima gunung bawah laut yang dimiliki Indonesia berada di Laut Banda, perairan Sulawesi Utara, serta perairan Nusa Tenggara Timur. Aktivitas kelima gunung ini, menurut Surono, terbilang normal dan tidak membahayakan. Status aktif gunung api bawah laut akan menimbulkan buih air berasap seperti di Sangihe, Sulawesi Utara, yang dipetakan oleh ekspedisi gabungan ahli dari Amerika Serikat dan Indonesia.

Menurut catatatan sejarah, gunung api bawah laut di Indonesia pernah meletus. Gunung Sub Marine di Sulawasi Utara terakhir meletus pada tahun 1922. Sedangkan Gunung Banuawalu meletus tahun 1919.

Gunung bawah laut yang berada di NTT yakni Hobal terakhir meletus terjadi tahun 1999. Sedangkan Gunung Niuwewerker yang berada di Perairan Laut Banda meletus pada 1927. Di perairan ini juga terdapat Gunung Emperor of China. 


sumber : vivanews.com

Share

0 comments:

Post a Comment

Berita Terkait: