Thursday, 21 April 2011

"Obama Ingin Jadi Perdana Menteri Indonesia", Berikut Isi Cuplikan Dari Buku Tentang Stanley Ann Dunham


Barack Hussein Obama lahir di Honolulu, Hawaii, 4 Agustus 1961; umur 49 tahun) adalah PresidenAmerika Serikat yang sekarang menjabat dan merupakan Presiden Amerika Serikat yang ke-44. Barack menjabat sejak 20 Januari 2009 menggantikan George Walker Bush. Sebelumnya ia merupakan Senator Junior dari Illinois dan kemudian menang dalam Pemilu Presiden 2008 pada 4 November 2008. Pada tahun 2009, Obama diumumkan sebagai pemenang anugerah Penghargaan Perdamaian Nobel karena mempromosikan diplomasi internasional untuk memecahkan masalah-masalah internasional.

Obama adalah keturunan Afrika-Amerika pertama yang menjabat Presiden Amerika Serikat setelah sebelumnya merupakan keturunan Afrika-Amerika pertama yang dicalonkan oleh sebuah partai politik besar Amerika untuk menjadi presiden. Lulusan Universitas Columbia dan Sekolah Hukum Universitas Harvard; di sana ia menjabat sebagai presiden Harvard Law Review, Obama bekerja sebagai koordinator masyarakat dan menjabat sebagai pengacara hak sipil sebelum menjadi Senat Illinois selama tiga kali mulai 1997 hingga 2004. Ia mengajar hukum konstitusional di Sekolah Hukum Universitas Chicago sejak 1992 hingga 2004. Setelah kegagalan meraih kursi di Dewan Perwakilan AS tahun 2000, ia mengumumkan kampanyenya untuk Senat AS bulan Januari 2003. Setelah kemenangan Maret 2004, Obama menyampaikan key notenya pada Konvensi Nasional Demokrat Juli 2004. Ia terpilih sebagai Senat pada November 2004 dengan 70 persen suara.


Sebuah cuplikan buku mengenai Stanley Ann Dunham, ibu Presiden Amerika Serikat Barack Obama, sangat mengejutkan. Dalam buku itu terdapat sebuah dialog Barack Obama dengan ayah tirinya, Lolo Soetoro, yang menunjukkan keinginan Obama kecil saat itu untuk menjadi Perdana Menteri Indonesia.

Dialog Barry (nama kecil Obama) dengan Lolo diceritakan kembali oleh Saman, seorang pengasuh di kediaman Obama di Menteng Dalam, Jakarta. “Kamu ingin jadi apa saat besar nanti?" Lolo bertanya pada Barry, seperti diceritakan kembali oleh Saman.

“Oh, perdana menteri," Barry menjawab pertanyaan itu.

Barry kecil menduga dia akan tinggal selamanya di Indonesia sehingga dia sudah memikirkan masa depannya di negeri ayah tirinya ini. Namun belakangan, karena peduli pendidikan Barry, Ann Dunham mengirim Obama ke Hawaii di usia 10 tahun, dan di sinilah Barry justru meletakkan visinya untuk menjadi Presiden Amerika Serikat.

Cerita ini muncul dalam buku 'A Singular Woman: The Untold Story of Barack Obama's Mother' yang ditulis wartawan New York Times, Janny Scott. New York Magazine kemudian menurunkan laporan serial mengenai sari buku ini.

Meski berfokus pada Ann Dunham yang wafat pada 1995 lalu, buku ini menyinggung soal masa kecil Obama di Indonesia, termasuk pandangan yang membentuknya sebagai seseorang yang kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke-44.

Di buku ini pula tersebut kisah Barry yang berkulit hitam dan keriting mengalami perlakuan rasial saat kecil di Indonesia. Namun justru, pengalaman ini membuat Barry menjadi seseorang yang kalem dan sabar.

Scott menulis, "Orang Jawa, khususnya Jawa Tengah, menaruh perhatian khusus pada pengendalian diri... Pengendalian diri ditanamkan melalui budaya menggoda (teasing--red), kata Kay Ikranagara kepada saya. Suaminya, Ikranagara, menyatakan, "Orang menggoda orang lain karena warna kulit sepanjang waktu." Jika seorang anak kecil membiarkan godaan itu mengganggunya, dia akan digoda lagi.
Jika dia tak acuhkan, godaan akan berhenti. "Duta Besar kami mengatakan ini yang menyebabkan Barry belajar menjadi kalem," kata Kay. "Jika kamu marah dan bereaksi, kamu kalah. Jika kamu belajar tertawa dan tak mempedulikannya, kamu menang."

Sumber : Vivanews dan Wikipedia


Share

0 comments:

Post a Comment

Berita Terkait: