Saturday, 26 February 2011

Konsep Ekonomi Hijau Indonesia Dipuji di Forum UNEP

Hal yang sedikit membanggakan didapat Indoensia atas beberapa program lingkungan hijau yang telah dikonsepkan Indoensia. Pertemuan tiga hari, 21-24 Februari  diadakan oleh Badan PBB untuk Program Lingkungan (UNEP), diikuti lebih dari 140 negara dan dihadiri 52 menteri lingkungan hidup. Kali ini , mereka membahas tema utama "Ekonomi Hijau dan Tata Kelola Lingkungan Internasional", dibuka secara resmi oleh Presiden Kenya Mwai Kibaki. 

Pertemuan tersebut menghasilkan 17 keputusan penting terkait isu lingkungan dan pembangunan seperti bahan kimia dan limbah berbahaya, kerja sama Selatan-Selatan untuk pengembangan keragaman hayati, pola produksi dan konsumsi yang sifatnya berkelanjutan. Di samping itu, menghasilkan pula pengelolaan limbah dan penanganan masalah e-waste (sampah dari produk/alat elektronik).
Direktur Eksekutif Badan PBB untuk Program Lingkungan (UNEP), Achim Steiner, memuji inisiatif Indonesia dalam bidang ekonomi hijau untuk mencapai target pertumbuhan berkelanjutan sebesar tujuh persen dan penurunan emisi karbon 26-40 persen pada tahun 2020. Menurut siaran pers, Sekretaris Pertama Kedutaaan Besar RI di Nairobi, Yohpy Wardana, mengatakan ketika negara lain masih berbicara tentang transisi ke arah ekonomi hijau, Indonesia telah menjadi salah satu negara di dunia dalam pengarusutamaan pembangunan yang ramah lingkungan
Selain para menteri lingkungan hidup, juga dihadiri Perdana Menteri Kenya Raila Odinga, dan aktor Hollywood nominator Piala Oscar, Edward Norton, sebagai Duta Besar PBB untuk Keragaman Hayati. Indonesia dipercaya memimpin salah satu sesi persidangan dalam pertemuan tersebut.
Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, mengatakan Indonesia telah menerapkan konsep green economy atau "ekonomi hijau" dalam pembangunan berkelanjutan. "Indonesia menetapkan konsep green economy  dalam upaya pengentasan kemiskinan dan pembangunan berkelanjutan," kata Meneg LH dalam forum itu.
"Konsep green economy  dilaksanakan untuk mendukung pembangunan nasional yang bersifat pro-lapangan kerja, pro-pertumbuhan dan pro-lingkungan," kata Gusti.

sumber : Indonesia.go.id


Share

0 comments:

Post a Comment

Berita Terkait: